s

Produk Unggulan

Tenun Masaping


 

Masasping adalah dusun yang terletak di Desa Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Terdapat pengusaha atau pengrajin Tenun yang berjarak sekitar 8 KM dengan menggunakan sepeda motor, akses jalan menuju kesana cukup mudah karena hanya memiliki satu arah menuju kesana.

Pengrajin tenun yang terdapat di desa Loa Duri Ulu saat ini masih dikatakan jarang karena hanya beberapa saja yang bisa melakukannya, pengajin tenun yang pertama kali di Dusun Masaping ini adalah Ibu Norhana dan Pak Abdulrohim. Pengrajin  tenun ini berkembang sudah kurang lebih 10 tahunan.

Dalam pembuatan tenun ATBM ini modal awal yang dikeluarkan sekitar 1,5 Juta dengan hasil sarung yang didapat ialah 20 lembar (1 Kodi)

Tidak hanya batik yang memerlukan pemprosesan kain lebih dan rumit, tenun juga begitu memerlukan proses yang panjang untuk menghasilkan tenun yang berkualitas.

Tenun ialah teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan menggabungkan secara memanjang dan melintang sehingga dapat membentuk suatu motif tertentu, biasanya kain tenun terbuat dari serat kayu, kapas, sutra dan lainnya.

Salah satu kain tenun khas Indonesia adalah tenun ATBM  yang dibuat dengan menggunakan gedokan.

                                            

Gambar Gedokan

Kerajinan tenun dari Loa Duri Ulu Samarinda ini biasanya bercorak Hatta atau pada Zaman dulu namanya corak Kamummu. Corak ini memiliki warna Hitam dan Merah yang terkombinasi secara merata.

Sejarah dari corak Hatta ialah saat Dahulu Dr. Moh Hatta menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia berkunjung ke Samarinda yang kemudian oleh Koperasi RUWI (Rukun Wanita Indonesia) cabang Samarinda memberikan sarung Samarinda bercorak Kamummu kepada Moh Hatta dan sampai sekarang corak Kamummu disebut corak Hatta.

Pada zaman dahulu tenun ATBM corak Hatta digunakan untuk perlengkapan ibadah dalam Agama Islam dan juga digunakan untuk perlengkapan upacara adat dalam pernikahan. Namun, sekarang tenun corak Hatta digunakan oleh semua Kalangan dan digunkaan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ciri khas warna dari tenun Hatta adalah perpaduan antara warna merah dan hitam, dimana warna merah digambarkan sebagai lambang kegembiraan dan keberanian. Sedangkan warna Hitam dilambangkan dengan sikap yang tegas, kukuh, formal, terstruktur dan kuat.

Oleh masyarakat setempat, rencananya kerajinan tenun ini akan dibuat lebih luas agar bisa pengrajin tenun membagi ilmunya dengan muda-mudi setempat sehingga dapat membantu ekonomi masyarakat setempat.

Jika ingin mendapatkannya anda bisa membelinya langsung di pengrajin tenun Masaping atau di Kota Samarinda. Tenun Hatta biasa dijual dengan berbagai Variasi tergantung tingkat ksulitan dalam pembuatan nya.

                                       

Gambar Gincilan


Share :  

Polling


Layanan Informasi apa yang perlu ditambahkan Di Web site ini?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 34
Pengunjung Bulan ini : 45
Total Pengunjung : 56

Jumlah Penduduk



Copyright © Desa LOA DURI ULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA 2014